" Dengan jumlah waktu yang sama meskipun kemampuan yang tidak sama. Tetapi orang yang menggunakan waktunya dengan bijak, acapkali mengalahkan mereka yang mempunyai kemampuan lebih."

Rabu, 16 Desember 2009

Tarbiayah Islam Itu Nikmat

Islam sudah memiliki sistem yang lengkap dan sempurna di segala aspek kehidupan, namun sering pula sistem yang ada itu tidak dikelola dengan benar oleh sumber daya manusia yang ada, bahkan lebih parah lagi sistem yang sudah benar kemudian diubah menjadi ladang maksiat oleh manusia. Maka hal yang perlu diperbaiki selanjutnya adalah manusianya. Untuk memperbaiki manusia menjadi manusia yang lebih baik ini maka perlu dilakukan sebuah cara yang efektif mencontoh Rasulullah saw dan para sahabat ra. Cara itu tak lain dan tak bukan adalah tarbiyah islamiyah.
Tarbiyah adalah cara yang paling ideal untuk berinteraksi dengan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk terjadinya proses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik. Saya ingin menggambarkan tarbiyah ini ibarat sel kehidupan. Tubuh manusia terdiri dari sel-sel kecil yang kemudian menjadi jaringan dan akhirnya terbentuk tubuh yang utuh. Begitu pula tarbiyah adanya. Ia merupakan sebuah proses mendidik dan membina manusia dengan sistem sel, artinya melalui kelompok-kelompok kecil kemudian mampu menghasilkan sosok-sosok tangguh yang selanjutnya dari sel kecil ini akan membentuk keluarga kemudian masyarakat dan akhirnya menjadi satu tubuh yang kuat yang tergabung di dalam peradaban islam.
Tarbiyah adalah cara yang dilakukan Rasulullah saw kepada para sahabatnya hingga kemudian islam meraih masa kejayaan yang gemilang di tangan generasi unik hasil tarbiyah rasulullah saw ini. Sementara Rasulullah saw sendiri ditarbiyah langsung oleh Allah melalui malaikat jibril dan Al-quran. Tarbiyah Rasulullah saw dahulu dilakukan di rumah Arqam bin Abi Arqam secara kontiniu. Dari tarbiyah itulah muncul karakter Umar bin Khattab ra yang dulunya seorang preman kampung kemudian setelah ditarbiyah akhirnya mampu menjadi seorang khalifah yang memiliki pemahaman islam yang utuh. Seorang Bilal bin Rabah yang dulunya hanya seorang budak kemudian karena proses tarbiyah ini menjadi seorang duta yang mampu mengislamkan sebuah kampung. Seorang mush’ab bin umair ra yang dulunya seorang konglomerat terkaya dan parlente kemudian menginfakkan hartanya untuk kebutuhan dakwah islam. Subhanallah. Sebuah proses yang unik bukan?
Lalu bagaimana sebenarnya tarbiyah itu? Saya mengutip kata-kata dari sebuah buku tentang tarbiyah.
“Tarbiyah adalah suatu keniscayaan. Bila umat islam menginginkan kejayaan kembali, tiada cara lain selain menempuh jalan ini. Dengannya Rasulullah mendidik para sahabatnya menemukan kembali jati diri dan kepribadiannya. Dengannya rasulullah mengangkat derajat hidup manusia. Dengannya rasulullah membukakan mata para penguasa akan kecilnya nilai kekuasaannya dibanding kekuasaan Allah swt. Jalan ini adalah jalan tercepat-walau sebagian kaum muslimin merasakan kelambatannya-dibanding dengan jalan-jalan yang lain untuk mengembalikan ‘izzul islam wal muslimin. Di dalam tarbiyah ada mekanisme tawashau bil haq wa tawashau bish shabri. Ada nuansa silaturahmi, dan yang penting ada aktivitas transfer ilmu dan pewarisan nilai. Dan ini tidak terjadi dalam aktivitas-aktivitas yang lain.”
Lalu apa yang membuat tarbiyah itu menjadi nikmat? Ya, saya mengatakan tarbiyah ini nikmat karena memang kenikmatan lah yang dirasakan di dalamnya. Bayangkan saja, dalam sebuah kelompok hanya ada beberapa orang saja dengan seorang murobbi atau pembimbing atau sama halnya seperti guru, tetapi bedanya dengan sekolah adalah bahwa di dalam kelompok tarbiyah ini, semua elemen adalah sama-sama belajar, bukan belajar mengajar. Hampir sama dengan sistem microteaching di mana setiap anggota mendapatkan perlakuan intensif dalam setiap pertemuan. Setiap anggota kelompok memiliki hak yang sama untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran, saling memberikan ilmu yang di dapat sehingga terjadi pengisian ruang-ruang kosong di setiap sisi.
Pembahasan di dalam kelompok ini pun tidak mutlak melulu masalah bidang ilmu agama saja melainkan bagaimana setiap anggota bisa melejitkan potensi dirinya sehingga potensi itu dapat diarahkan untuk kemajuan islam. Misalnya bagi mereka yang memiliki latar belakang keilmuan seorang dokter, maka ia akan diarahkan menjadi dokter yang islami dalam setiap sisi. Atau jika ia memiliki latar belakang keilmuan di bidang sosial politik, maka ia akan diarahkan menjadi seorang politikus yang islami dan amanah. Yang lain lagi misalnya seorang engineer maka ia akan diarahkan menjadi seorang teknolog yang islami pula. Sehingga jika setiap kelompok dengan latar belakang manusia yang berbeda ini dikumpulkan, maka potensinya akan mampu membangun umat ini.
Apalagi kenikmatannya? Ruh ukhuwah islamiyah yang ada di setiap elemennya. Dari kelompok ini akan tumbuh rasa cinta dan kasih sayang antar sesama anggota. Kemudian dengan cinta ini mereka akan berhimpun menjadi satu dalam sebuah amal jama’i. Sungguh indah saudaraku. Bayangkan saja seseorang yang dulunya tidak kita kenal, setelah terhimpun di dalam tarbiyah, ia adalah orang pertama yang menghulurkan tangannya saat kita kesulitan. Mereka pula yang mengingatkan kita kala kita lengah dan lalai. Hingga di setiap pertemuannya selalu ada doa pengikat hati yang dilantunkan dan kata-kata “Aku mencintaimu karena Allah, ukhti” yang terucap dari lisan-lisan mereka. Subhanallah.
Kenikmatan yang lain lagi adalah motivasi dan bimbingan untuk selalu memperbaiki diri, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak, ilmu dan sebagainya. Dalam tarbiyah ada kontrol terhadap ibadah-ibadah kita sehingga jika ibadahnya mulai menurun, akan mendapat motivasi kembali untuk meningkatkannya. Perbaikan akhlak di segala lini pun menjadi agenda dari tarbiyah. Bagaimana seseorang memiliki akhlak yang benar sehingga setiap orang di sekitarnya akan merasakan keindahan akhlaknya. Lalu peningkatan wawasan dan ilmu juga menjadi salah satu kenikmatan tersendiri di dalam tarbiyah. Ada juga ajang curhat di dalamnya, hal ini ditujukan agar setiap permasalahan anggota bisa diselesaikan. Jangan khawatir, karena dalam satu kelompok hanya ada orang-orang yang sejenis dengan kita, kalau bagi kelompok laki-laki ya hanya laki-laki yang ada, dan sebaliknya bagi perempuan, hanya ada perempuan saja di dalamnya. Jadi tak perlu ragu dan sungkan untuk berekspresi dan mengexplore apa yang ada di hati kita.
Selain pemenuhan akal dan ruhiyah, tarbiyah juga memperhatikan sisi jasmani. Maka jangan heran jika suatu saat saudara akan melihat orang-orang yang sedang asyik bertafakur alam dan melakukan semacam outbond atau wisata ke tempat-tempat lain di alam terbuka, mereka biasa menyebutnya Rihlah atau perjalanan. Rihlah ini merupakan refreshing di dalam tarbiyah sekaligus pembinaan jasad. Olahraga, games, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan fisik ada di dalamnya. Melalui rihlah kita juga bisa mempererat ukhuwah dengan saudara yang lain. Indah bukan?
Tarbiyah islamiyah bukan hanya proses satu atau dua tahun saja seperti halnya pendidikan SD, SMP, dan seterusnya, melainkan ia adalah proses seumur hidup hingga kita dijemput oleh kematian. Bahkan jika kita sudah menikah dan sudah tua renta pun tarbiyah adalah sebuah keniscayaan. Dari rahim tarbiyah ini pula terbentuk keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah jika di antara anggotanya menikah. Eits, tunggu dulu, harus diingat bahwa tujuan ikut tarbiyah bukan semata-mata karena ingin mendapat pasangan yah, tetapi kalau suatu saat kita mendapatkan jodoh yang shaleh dan shalehah melalui tarbiyah ini, itu namanya rezeki, hehe
Sebenarnya masih banyak lagi kenikmatan yang ada di dalam tarbiyah, tapi saya tidak akan mengungkapkan semuanya di sini. Karena saya tidak ingin bermuluk-muluk kepada orang lain untuk menjelaskan tentang tarbiyah. Jika saudara ingin mengetahui seluk beluk di dalamnya, silahkan ikut di dalamnya. Mereka-mereka yang ada di dalam proses tarbiyah ini dengan wajah ceria dan tangan terbuka akan menyambut saudara untuk sama-sama berusaha memperbaiki diri dan umat ini.

Sumber : NN

My Diary

Dibaca ya..., Penggunaan Bahasa dan katanya bagus lho..

Jaman kuliah dulu, gue naik motor. Setidaknya di ITB, motor adalah faktor yang menseparasi pria dari...uhm.. .pria lain. Intinya, setidaknya, tahun 96, cowok yang punya motor di ITB (lumayan) jadi
dambaan wanita.

Sayangnya yang kerap menjadi dambaan adalah motornya karena motor ini
menjadi alat bagi cewek-cewek itb untuk nebeng dan minta anter. Pemilik
motornya sendiri tetap tidak mengalami perbaikan kasta atau nasib dalam
asmara.

Singkatnya, kita-kita di sipil99 yang punya motor sering diminta
cewek-cewek untk minta anter mereka. dan berhubung cewek sipil hany 20
dari 160 populasi, jelas segala permintaan mereka kita penuhi.

"Di, gue nebeng!"
"Oke!"
di mana kata nebeng itu tertukar dengan wording 'minta anter' karena
definisi nebeng adalah sejalan arah kos gue DAN BUKAN nun jauh di
pinggiran Bandung.

"Di, anterin gue ke rumah sakit!"
"Beres!"
Meski pun penyakitnya menular dan seperti dia, gue ikutan meriang 3
hari.

"Di, jemput ade gue di SMP!"
"Jam berapa?"
Di mana sesampainya di SMP itu, gue baru nyadar gue belum tahu tampang
itu anak ky gimana.

But all in all, kita sayang sama cewek-cewek sipil ini dan tidak pernah ada kata tidak untuk melayani mereka. Tapi tetep aja entah kenapa gue selalu kena kasus. berikut adalah kasus-kasus yang paling parah yang gue pernah alami.

Dengan Wiwin
Kita sebut saja namanya Wiwin karena kalo sampe ketauan nama aslinya
dalam acara ini, riwayat gua bisa tamat. Wiwin adalah wanita berkacamata tebal dengan otak yang lebih tebal lagi. IPKnya terancam 4. Wiwin adalah juga atlet yang tergabung dalam pelatda voli JABAR. Dia punya tangan yang cukup kuat untuk serve voli...dan kalo nampar cowok, itu cowok bisa melintir. Gua suka boncengin dia pulang karena dengan begini gue bisa nodongin dia dengan,
"Eh Win, gue sekalian fotokopi catetan Wiwin yah."
Wiwin secara reluktan mengiyakannya dengan syarat, dalam proses fotokopi itu, dia ikut sama gue nongkrongin tukang fotokopian dan sang catetan selalu ada dalam jarak pandang dia. Ini adalah hikmah dari pengalaman buruk di mana catetan dia dipinjem gak jelas berpindah seribu tangan dan saking putus asa nyari, dia harus belajar dari fotokopian catetan dia sendiri. Bagi gue, berdiri samping-sampingan dengan Wiwin di toko fotokopian adalah situasi yang awkward. Gimana gak awkward? Apa sih topik yang bisa lu omongin sama cewek, kalo di depan lo ada orang minang keringetan gak pake baju megang-megang mesin fotokopian?

Anyways di suatu hari yang windy (faktor angin memegang peranan penting dalam plot cerita ini) gua nganter Wiwin pulang. karena banyak angin, suara yang keluar dari mulut gua selalu terbawa angin.
"Win gue motokopi catetan ya!"
"Apa?"
"Gue minjem catetan lo!"
"Hah?"
"GUA MINJEM CATETAN LOOOO!!"
"ADUH NGOMONG YANG JELAS KEK!"
Halah! Emang sih gue kan ngomong sambil merhatiin jalan jadi mulut gue
ke depan dan gak ke muka dia yang di leher gue. Akhirnya gua balik badan dan bilang lagi. Sayangnya, entah kenapa gua lagi memproduksi banyak air liur di saat itu. Sayangnya lagi, ini terjadi di saat angin bertiup kencang. Sooooo gue balik badan, buka mulut lebar-lebar dan..
"GUE MINJE..PLUEEHHH. ...."
“crooot”

Angin mengantarkan saliva gue ke kacamata wiwin. Itu gak terlalu wiwin
masalahin karena SEBAGIAN BESAR liurnya kena ke sisa muka yang kacamata gak cover.

She never spoke ever since.

Dengan Titin
Lagi-lagi nama samaran. Titin ini rada ganjen. Kalo ke kondangan dia
selalu nyalon. Entah kesamber jin apa, suatu hari dia minta anter gue ke salon dan ke kondangan setelah dari salon. biar efisien, tuturnya.
Ya sudah gua turuti itu kemauan. Setelah berkarat nungguin di salon, dia muncul dengan sanggul yang indah menawan. gua rasa kalo orang lempar jeruk ke sanggul itu, bisa nyangkut.
"Gimana, cakep gak?"
"Mirip roro kidul Tin."
"Monyet. Udah buruan ke resepsi! yang cepet ya!"
gua udah ky budak aja. di sini terjadi sesuatu yang Titin gak pernah
maafin gua sape sekarang, meski kalo gue bilang, itu salah dia.
dia kos di simpang ( bandung utara). Nyalonnya di simpang. Undangannya di gedung kartini ( bandung selatan) dia minta cepet.
Ya udah, gue ngebut dong!
Sayangnya ini berbuntut di mana kita pergi dengan Titin tampak seperti
finalis putri indonesia dan sampai di resepsi terlihat seperti singa.

"ADUH RAMBUT GUE! ELU SIH DI!"
"Makanya gua bilang PAKE helm!"
"gua kira kalo helm, sanggulnya rusak, jadi jelek!."
"gak pake helm jadi singa. Tuh."
"Benci gua sama elu! Benci! Benciiiiiiiiiiiiiii i!!"

Dengan Mimin
Untuk, lagi, alasan keselamatan, gua gak akan mereveal nama dia. Suatu
hari gua sekelompok sama dia dan kita harus ngerjain paper nih ceritanya. Singkat cerita, anggota lain pada egois dan gak kerja. Cuman
gua dan Mimin aja yang ngerjain di rumah dia di bilangan kuburan Ciputra. paper selesai dan 10 menit lagi kuliah paper itu dikumpulin.
"DI! AYO KITA CEPETAN!"
"AYO!"
"NGEBUT YA!"
"LU PEGANGAN MA GUA!"
"NAJIS!" (Cewek-cewek sipil ini selalu teguh menjaga iman mereka).
Adalah kebiasaan mereka untuk memegang handle di belakang ketimbang
melingkarkan tangannya di supir. Tapi yo wis, gue juga gak keberatan.
Pasaran gue juga bisa turun. Akhirnya gua ngebut! tapi tertahan di lampu merah kuburan. Percakapan di bawah terjadi dengan mata gua liat ke depan dan hanya denger suara dia.
"Min, kita harus bener-bener ngebut nih. tau sendiri Bandung. Sekali
kena merah, sampe 5 lampu ke depan kena merah juga."
"Ya udah ngebut! Eh bentar tas gua jatoh."
"Udah Min?"
"Bentar."
"Ijo Min!"
"Nah, ..."
"OKE!"
Gua langsung kebut itu motor!
Gue salip semua mobil di pasar suci!
Gua ngesot di tikungan telkom!!
Gue jemping depan UNPAD!
Gue terabas lampu merah simpang dago!!
Gue turun ky orang gila sepanjang dago!!
Gue ampir nabrak kuda di ganesa!
Akhirnya masuk juga parkiran sipil.

Abis ngerem, gue bilang,
"Gimana motoran sama James Bond? Min? Min?" gue ngeliat ke belakang dan Mimin lenyap.

Keesokan harinya, di rumah sakit boromeus...
"Gua gak ngerti Min.."
"Lu gak ngerti bagian mana di? bagian yang elu ngajleng dengan gua baru setengah pantat? ato bagian gue ngegelinding di perapatan jalan?"
tukasnya jutek dengan tangan yang retak.
"Tapi kan gua udah bilang ijo! dan lu udah bilang 'NAH'!'
"NAH itu maksud gue baru mau duduk lagi."
"tapi kan!"
"Sudah lah! gua bingung manusia kek lo bisa masuk itb."
Wah, kecerdasan dia bawa-bawa. padahal kalo mau cerdas dikit, dia megang gue.

Itulah sekelumit cerita gua, motor gua, dan wanita-wanita yang
ngegelinding karena motor itu. Yang jelas sejak itu demand menurun
drastis. Imbasnya adalah bahwa Oyep, temen gue, menjadi idola ke 20 anak itu untuk dianter ke mana-mana. berkorelasi dengan itu, IPK gue menurun dan IPK Oyep naik secara fantastis. Oh nasib...


Sumber : NN

Ayat Suci dalam Kromosom Manusia

Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein
yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang
struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa
Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah
menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian
genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas
penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering
dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan
pecinta kitab suci.

Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan
adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang
dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya
adalah Surat "Fussilat" ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil

penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada. Penemuannya

tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan
salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat
tersebut adalah sebagai
berikut: "...Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim hatta
yatabayyana lahum annahu ul-haqq..." Yang artinya; Kemudian akan Kami
tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka,
sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran".

Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata "ayatinaa"
yang memiliki makna "Ayat Allah", dijelaskan oleh Allah bahwa
tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad
Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid)
manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran

merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika
dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama
sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah.
Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna
sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan
untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda
kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh
Allah; Afala tafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau
menggunakan akal pikiran?).

Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang
ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek

dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen
kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya
untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon
pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan
ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2
pagi, ia menemukan ayat yang pertama "Bismillahir Rahman ir Rahiim.
Iqra bismirrabbika ladzi Khalq"; "bacalah dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan". Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A'laq yang
merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di
Gua Hira.
Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu
persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10

ayat Alquran.

Dalam wawancara yang dikutip "Ummi" edisi 6/X/99, Ahmad Khan
menyatakan:
"Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier
saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya;

Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap
Islam.
Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap

Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris
Dreisman dari Universitas Berlin.

Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa
lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada
cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida
akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi
firman Allah yang sangat mengagumkan.

Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan "Semoga penerbitan buku
saya "Alquran dan Genetik", semakin menyadarkan umat Islam, bahwa
Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan

agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non muslim
menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama.
Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan
datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan
yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik
para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di
institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta
memberi dukungan secara moral dan finansial.

====
Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand

Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang
Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca
makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli
Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56
yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan
sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang
ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya,
akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.

Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut;
"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan
kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka
terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar
mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana."

Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan
global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis

banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat
terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus sub cutis)

salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini
disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf
afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya
Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa
hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya
azab Allah tersebut. Mahabesar Allah yang telah menyisipkan
firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh,
kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada
batila, Ya...Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu
sia-sia.

===
Dari bahtera menuju Islam

Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada
Alquran yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini.
Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di

televisi pada acara Discovey, ketika sedang menyelam menemukan
beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut
berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan
air laut yang lainnya.
Bertahun-tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban
misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor
muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Alquran Surat Ar-Rahman
ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat 53. Awalnya ayat itu ditafsirkan
muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ditemukan
mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam. Kutipan ayat tersebut
antara lain sebagai berikut:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan, yang ini
tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan
antar-keduanya dinding dan batas yang menghalang (QS Al-Furqon: 53).

Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat memberikan gambaran pada kita
bahwa ayat suci Alquran mampu menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi,

Oceanografi, Keperawatan dan antariksa (baca "Jurnal Keperawatan
Unpad"
edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak ayat- ayat Alquran yang
menerangkan fenomena evolution and genetic seperti QS As-Sajdah 4, QS
al-A'raf 53, QS Yusuf 3, QS Hud 7, tetapi karena keterbatasan ruangan
pada kolom ini, serta dengan segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan
yang dimiliki penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita
berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan Mahatinggi ilmunya.
Wallahu a'lam.***

Filsafat Bolak Balik

Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan

Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing

Orang kaya mampu beli ranjang enak,
tapi gak bisa tidur enak (stress...euiii)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,
tapi bisa tidur enak (capek jadi kuli)

Orang kaya punya duit buat foya-foya,
tapi gak punya waktu
Orang miskin punya waktu buat foya-foya,
tapi gak punya duit

Masih muda pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan
Udah kaya gak punya waktu buat nikmatin kekayaan
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan
udah keburu tua gak ada tenaga


Sumber : NN

Cinta Laki-laki Biasa

Karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta Laki-laki Biasa

MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia
mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari
yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata
miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak,
tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

"Kenapa?" tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari
sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.
Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan
lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang
barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka.
Semua menunggu. Tapi ta k ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik
nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan
spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di
kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang
pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli
untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena
semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang
sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

"Kamu pasti bercanda!"

Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua,
disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa
dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania
bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang
balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

"Nania serius!" tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli
memang melamarnya.

"Tidak ada yang lucu," suara Papa tegas, "Papa hanya tidak mengira Rafli
berani melamar anak Papa yang paling cantik!"

Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda
baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu
berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh
selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya
pesakitan.

"Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?" Mama mengambil inisiatif
bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, "maksud Mama siapa
saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?"

Nania terkesima.

"Kenapa?"

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.

Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana,
sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca
puisi seprovinsi. Suaramu bagus!

Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu
yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki
manapun yang kamu mau!

Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa,
kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian
mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.

"Nania Cuma mau Rafli," sahutnya pendek dengan airmata mengambang di
kelopak.

Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat
tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.

"Tapi kenapa?"

Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan
biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat
biasa.

Bergantian tiga saudara tua Nania mencob a membuka matanya.

"Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!"

Cukup!

Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi
parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana
tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat
pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali
karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak
punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'.
Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania
menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di
sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan.

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di
belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania< BR>masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di
mata mereka.

Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga
Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara
dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat
bahagia.

"Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania."

Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.

Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak
percaya.

"Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!"

"Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!"

"Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!"

Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini
dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.

Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

Tapi Rafli juga ti dak jelek, Kak!

Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?

Rafli juga pintar!

Tidak sepintarmu, Nania.

Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.

Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik
mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.

"Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan
tidak perlu lelaki untuk menghidupimu."

Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah
menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal
Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu
perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka
memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari
cukup untuk hidup senang.

"Tak apa," kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu
memforsir diri.

"Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang."

Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu
khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya
maksud baik.

"Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?"

Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu
sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania
cerah.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan
pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat
sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania.

Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin
gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania b esar, anak-anak pintar
dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu
berada di puncak!

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan
bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan
kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.

Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!

Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania
belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan
bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak.
Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu
itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

***

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu
dari waktunya.

"Plasenta kam u sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera
dikeluarkan!"

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam
rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu
merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam
hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya
waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan
menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta
orangtua Nania belum satu pun yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat
pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan
melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi
pembukaan berjalan lambat sekali.

"Baru pembukaan satu."

"Belum ada perubahan, Bu."

"Sudah bertambah sedikit," kata seorang suster empat jam kemudian
menyemaikan harapan.

"Sekarang pembukaan satu lebih sedikit."

Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa
memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah,
didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu
kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

"Masih pembukaan dua, Pak!"

Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang
sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah.
Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

"Bang?"

Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua
kehidupan.

"Dokter?"

"Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar."

Mungkin?

Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu?
Bagaimana jik a terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena
Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi.
Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat
ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan
dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu
yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir,
telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan
langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan
diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir
lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.

"Pendarahan hebat."

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.

Ada varises di mulu t rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!

Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.

Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali.
Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.

Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung
beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya
dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.

Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari
kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga
anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu
sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai
empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di
rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil.
Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania
dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah
sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan
tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi
Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran
kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang
perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka,
melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda
mesra.

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.

"Nania, bangun, Cinta?"

Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan
kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir
untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit,
mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki
itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya
dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak
bosan-bosannya berbisik,

"Nania, bangun, Cinta?"

Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan
Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya
di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber
semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya.
Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak
bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.

Ia ingin mel ihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak
bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang
cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat
Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan
mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata
yang meleleh.

Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa.
Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun
terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke
sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu
cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja
datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh
cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan
wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania
selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu.
Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu
meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan
paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.

Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.
Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran,
nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti
juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu
bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di
sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang
berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum
hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.

Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di
jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas
hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua
berbisik-bisik.

"Baik banget suaminya!"

"Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!"

"Nania beruntung!"

"Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya."

"Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya
memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!"

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.

Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi,
merasa tak berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di
lu ar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu
begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah
mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak
yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih
dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski
kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir
dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa
yang tak pernah berubah, untuk Nania.

Bodoh Teriak Bodoh

Dua orang Bos 'berlomba' menonjolkan kebodohan sopirnya. Bos A kemudian memanggil sopirnya, "Sono, tolong beli mobil BMW seri terbaru dengan uang Rp 100 ribu ini". "Baik Tuan". Dengan cepat Sono berlalu.
Bos A dengan senyum kemenangan, "Tuh lihat sendiri kan betapa bodohnya sopir saya". "Ah itu sih belum apa-apa dibanding kebodohan sopirku", sahut Bos B. "Sunu, tolong cek apakah Bapak (Bos B) ada di rumah saat ini". "Segera Tuan" sahut Sunu. Diapun segera berlalu. Dengan tertawa keras Bos B memandang Bos A untuk menunjukkan bahwa dialah yang menang dalam 'pertandingan kebodohan' ini.
Kedua sopir kemudian bertemu di jalan. Sono berkata, "Ampun deh Bosku itu sangat tolol". "Ah kamu sih belum tahu kalau Bosku jauh lebih tolol dibanding Bosmu", respon Sunu.
Tidak mau kalah Sono menyambung, "Bayangkan Bosku memberi uang Rp 100 ribu untuk membeli BMW seri terbaru. Mana mungkin itu ???". "Masa Bos tidak tahu kalau hari ini hari Minggu. Mana ada show room yang buka sehingga aku bisa membeli mobil BMW seri terbaru ?".
"Iya.. ya benar juga. Tapi dengar dulu ceritaku sebelum kamu berpikir bahwa Bosmulah yang paling bodoh". "Masa Bosku minta tolong aku untuk mengecek apakah dia yang saat ini bersama Bosmu di sini, ada di rumah saat ini ?. Aneh sekali". "Kan Bosku punya HP, kenapa dia tidak langsung telpon ke rumah untuk menanyakan apakah dia ada di rumah atau tidak saat ini?".
Mungkin kita akan tersenyum lebar membaca cerita di atas sambil berpikir apakah benar ada orang sebodoh Sono dan Sunu, kedua sopir tersebut.
Dalam dunia nyata, kita sangat dekat dengan orang-orang 'bodoh' yang teriak 'bodoh' seperti kedua sopir yang mengatakan kedua Bos mereka bodoh tanpa mereka mengerti bahwa sebenarnya mereka 'lebih bodoh'. Bahkan, tanpa bertendensi apapun, jangan-jangan kitapun termasuk kelompok 'bodoh teriak bodoh' ini.
Banyak orang yang terbiasa mencela orang lain terutama karena kesalahan dan kekurangan orang lain tersebut. Tidak jarang celaan itu muncul dari pikiran iri, dengki, takut kalah, dan lain-lain penyakit pikiran yang banyak menghinggapi orang jaman sekarang. Padahal setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada keterbatasan dalam diri setiap orang. Tidak ada yang sempurna segala-galanya. Apakah kita memiliki hak untuk mengatakan orang lain bodoh, selalu salah, jelek, dan lain-lain yang tidak baik ? Bukankah kita sendiri pasti pernah melakukan kesalahan dan 'kebodohan' sewaktu kita belum 'sepintar' saat ini ?
Bos A dan B juga termasuk kelompok 'bodoh teriak bodoh' karena mempertandingkan kebodohan sopirnya. Mereka tidak sadar bahwa merekapun dikatakan bodoh oleh kedua sopir yang dibodoh-bodohi oleh mereka walaupun pemberian 'cap bodoh' oleh kedua sopir kepada kedua Bos dalam konteks yang berbeda.
Kita perlu sering 'berkaca' dan mengevaluasi diri untuk terus melakukan perbaikan terhadap diri sendiri baik dalam tataran pemahaman maupun perbuatan langsung melalui pikiran, ucapan dan perbuatan.
Jangan habiskan waktu kita untuk mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain. Manfaatkan waktu tersebut untuk mengolah diri menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita menjadi orang-orang yang punya daya saing tinggi untuk berkompetisi dalam dunia bisnis atau profesional, dan sosial kemasyarakatan.
Pada akhirnya kita tidak akan terperosok ke dalam kelompok 'bodoh teriak bodoh' dan bisa menjadi orang-orang yang 'pintar', yang tidak mudah memberikan klaim atau label (terutama 'bodoh') kepada orang lain.


Sumber: Kiriman dari Jefrius

Makan Udang + Vit C Dosis Tinggi

Cerita dibawah ini mohon kasih tahu kpd semua teman/orang yg anda sayangi,
Peristiwa ini terjadi di Taiwan ,ada seorang wanita mati mendadak dgn Tujuh pancaindera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini mati bukan karena bunuh diri atau dibunuh melainkan mati karena ke tidaktahuan akan terjadi keracunan mak anan ,wanita ini ada kebiasaan minum Vit C tiap hari,ini tdk masalah,masalah nya karena malam itu wanita kebanyakan makan udang,sebenarnya cuma makan udang saja tdk masalah, orang rumah nya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yg mati,pd dasarnya udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5),berhuhung habis makan udang wanita itu minum Vit C,terjadilah reaksi kimia didlm perut membuat As3O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yg sangat beracun,mengakibatk an hati,jantung ginjal,pembuluh darah rusak, usus keluar darah,pembuluh darah melebar hingga wanita itu mati mengenaskan dgn kelima pancaindera keluar darah.
Jadi hati2, habis banyak makan udang,jangan minum Vit C pd saat bersamaan..

Sumber : NN

Waspada, Isotonik Sebabkan Lupus

Waspada, Isotonik Sebabkan LupusMengancam Sistem Kekebalan Tubuh

JAKARTA – Waspalah mengonsumsi minuman dalam kemasan. Utamanya minuman isotonik. Zat pengawet yang ada dalam minuman kemasan itu sangat berbahaya. Salah satunya bisa menyebabkan penyakit sistemic lupus erythematosus (SLE), penyakit yang meyerang sistem kekebalan tubuh.
Komite Masyarakat Antibahan Pengawet (Kombet) kemarin merilis hasil risetnya terhadap 28 minuman dalam kemasan. Paling banyak diteliti adalah minuman isotonik. ’’Ternyata sebagian besar minuman dalam kemasan mengandung bahan pengawet yang membahayakan tubuh,’’ kata Ketua Kombet Nova Kurniawan saat Konferensi Pers di Hotel Sari Pan Pasific, kemarin.
Penelitian Kombet yang disupervisi oleh Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan (LP3ES) Jakarta dilakukan di tiga laboratorium. Yakni di Sucofindo Jakarta , M-Brio Bogor, dan Bio-Formaka Bogor. Ada dua zat pengawet yang dicari dalam minuman kemasan, yakni natrium benzoat dan kalium sorbet. Riset tersebut dilakukan 17 Oktober hingga 3 November 2006.
Hasilnya, diklasifikasikan dalam empat kategori. Kategori pertama adalah produk yang tidak ditemukan bahan pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat. Yakni Pocari Sweat, Vita-Zone, NU Apple EC, Jus AFI, dan Sportion.
Kategori kedua, produk yang mengandung pengawet natrium benzoat dan mencantumkannya di label kemasan. Minuman yang masuk kategori ini adalah Freezz Mix, Ize Pop, Nihau Orange Drink, Zhuka Sweat, Amazone, Kino Sweat, Arinda Sweat, Arinda Ice Coffee, Cafeta, Vzone, Pocap, Amico Sweat, Okky Jelly Drink, Deli Jus, dan Fruitsam.
Ada juga minuman yang mengandung dua pengawet, natrium benzoat dan kalium sorbat, tetapi hanya mencantumkan satu jenis pengawet. Yakni Mizone, Boy-zone, dan Zegar Isotonik. Yang paling parah adalah minuman yang mengandung pengawet, tapi tidak mencantumkannya dalam label kemasan. Minuman tersebut adalah Kopi Kap, Jolly Cool Drink, Zporto, Jungle Juice, Zestea, dan Mogu-mogu.
’’Kategori ketiga dan keempat masuk dalam kategori pembohongan publik. Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan Depkes harus bertindak tegas dan menarik produk tersebut dari pasar,’’ kata Nova.
Kombet berencana melakukan class action terhadap BPOM karena mengeluarkan izin minuman berbahan pengawet yang membahayakan manusia. Produsen minuman juga melanggar Permenkes 722 Tahun 1988 tentang bahan tambahan makanan. Juga UU no 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, serta UU No 7 Tahun 1996 tentang pangan. ’’Jalur hukum sedang disusun berkasnya,’’ katanya.
Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ) Nurhasan yang ikut dalam konferensi pers kemarin mengatakan, perkembangan penyakit lupus meningkat tajam di Indonesia . ’’Tahun ini saja, di RS Hasan Sadikin Bandung , sudah terdapat 350 orang yang terkena SLE (systemic lupus erythematosus),’’ kata Nurhasan.
Penyakit tersebut merupakan peradangan menahun yang menyerang berbagai bagian tubuh, terutama kulit, sendi, darah, dan ginjal. Hal itu disebabkan adanya gangguan autoimun dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh seseorang yang seharusnya menjadi antibodi tidak berfungsi melindungi, tapi justru sebaliknya, menggerogoti tubuh sendiri. Gejalanya, kulit membengkak, kencing berdarah atau berbuih, gatal-gatal, dan sebagainya. ’’Penyakit ini menyebabkan kematian dan belum ada obatnya,’’ kata Nurhasan.
Penyakit lain yang disebabkan bahan pengawet minuman dalam kemasan adalah kanker. ’’Karena itu, produsen minuman kemasan sebaiknya memerhatikan hak konsumen untuk sehat. Caranya dengan memperpendek masa kedaluwarsa atau menghilangkan sama sekali bahan pengawet dalam minuman dalam kemasan,’’ kata Nurhasan.(tom/fal/jpnn)

Sumber : NN

Sujud Bikin Cerdas, Tawarruk

Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!
Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
ITIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tumaâ€(tm)ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dalam.
PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendahâ€'rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggiâ€'tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.
Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diamâ€'diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.
PERINDAH POSTUR
Gerakanâ-'gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.
Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, ototâ€'otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organâ€'organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya ototâ€'otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.
Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
AWET MUDA
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke¬kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pen¬tingnya, gerakan ini menghin¬darkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.
wasalam,

Sumber : NN

1000 Ciuman Sang Suami

Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik akibatnya
terjadi PHK di berbagai perusahaan. salah satu yang
terkena PHK adalah Paimo. Bulan ini ia tidak bisa lagi
mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman. Ia
hanya bisa mengirim surat. Isinya demikian:
Istriku Tercinta.
Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa
mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. Kanda
hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.
Paling cinta
Kanda Paimo
Seminggu kemudian Paimo mendapat surat balasan dari
istri tercintanya:
Kanda Paimo tersayang terima kasih atas kiriman 1000
ciumanmu.
Untuk bulan ini dinda akan menyampaikan laporan
pengeluaran keluarga:
Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali
membeli 5 liter minyak tanah.
Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per tanggal
10 setiap bulannya.
Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x
ciuman setiap harinya.
Engkoh pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar
pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain... Ya
dinda berikan saja
Keperluan pribadi dinda bulan ini mencapai 50 ciuman
Kanda tersayang... bulan ini dinda masih menyimpan 125
ciuman.
Mohon saran dari kanda tersayang 125 ciuman ini bisa
dipakai untuk apa saja ya
Paling sayang
dari
Dinda seorang
 

VISITOR

Jadi Penggemar

Olisus Blog Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template