KEPADA PERUSAHAANMU, KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN
PERUSAHAANMU BERHENTI MENCINTAIMU
Bagi yang tertarik membaca pandangan dia secara mendalam,
berikut kutipan kata-katanya:
"Saya sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12
jam sehari, 6 hari seminggu, atau lebih. Beberapa
diantaranya melakukan hal tersebut karena diburu-buru oleh
deadline, memenuhi target yang telah ditetapkan. Bagi
mereka, waktu-waktu panjang yang penuh lembur hanyalah
bersifat sewaktu-waktu saja. Ada pula yang menjalani
jam-jam panjang dalam hari-hari mereka selama
bertahun-tahun: entah karena orang-orang ini merasa telah
mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa
juga disebut workaholic.
Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja lembur,
kondisi tersebut berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang
menjalani maupun orang-orang sekitarnya. Berada dalam
kantor selama berjam-jam dalam rentang waktu yang lama,
bisa menimbulkan potensi yang cukup besar bagi yang
menjalaninya untuk membuat kesalahan. Rekan-rekan saya
yang saya kenal sering bekerja lembur, sering membuat
kesalahan karena faktor kelelahan. Membetulkan
kesalahan-kesalahan ini tentu saja membutuhkan waktu dan
tenaga tidak saja dari dirinya sendiri, melainkan orang
lain yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja
bersamanya.
Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja pada
perusahaan yang menetapkan waktu kerja yang ketat
seringkali bukanlah orang-orang yang secara pergaulan
menyenangkan. Para karyawan dari perusahaan dengan tipe
seperti ini sering mengeluh atau komplain mengenai orang
lain (yang tidak bekerja sekeras mereka). Mereka menjadi
mudah tersinggung, dan mudah marah. Orang-orang lain
menjauhi mereka. Perilaku semacam ini secara organisasi
tentunya merupakan masalah besar: hasil besar akan dicapai
oleh sebuah organisasi apabila ada jalinan harmonis dalam
kerja sama tim antar karyawannya, bukannya bekerja
sendiri-sendiri dan saling menjauhi.
Sebagai seorang manajer, saya harus membantu orang lain
untuk meninggalkan kantor tepat waktu.
Langkah pertama dan terpenting adalah saya lah yang harus
memberi contoh dan pulang ke rumah tepat waktu. Saya
bekerja dengan seorang manajer yang menyindir orang-orang
yang bekerja lembur terlalu lama. Ajakannya menjadi
kehilangan makna ketika orang-orang menerima emailnya dan
melihat jam email tersebut dikirim ternyata jam 2 pagi.
Untuk mengajak orang melakukan suatu hal, langkah
terpenting adalah memberi contoh dengan melakukannya
sendiri.
Langkah kedua adalah mengajak orang untuk menjalani hidup
yang seimbang. Sebagai contoh, berikut ini adalah
langkah-langkah yang menurut saya cukup membantu:
1) Bangun pagi, sarapan dengan menu yang baik, lalu
berangkat bekerja.
2) Bekerjalah dengan keras dan pintar selama 8 atau 9 jam
sehari.
3) Pulanglah ke rumah
4) Baca buku atau komik, menonton film yang lucu,
kumpul-kumpul dengan rekan, keluarga, bermain dengan
anak-anak, dll.
5) Makan yang sehat dan tidur yang cukup
Langkah-langkah ini disebut sebagai recreating.
Mengerjakan langkah 1, 3, 4, dan 5 akan memungkinkan
langkah 2 dilakukan secara efektif dan seimbang. Bekerja
secara normal dan mempertahankan hidup yang seimbang
adalah konsep yang sederhana. Langkah-langkah tersebut
mungkin akan sulit dilakukan oleh sebagian orang karena
orang tersebut akan menganggap perlunya perubahan mendasar
yg bersifat personal pada dirinya. Sebenarnya
langkah-langkah ini memungkinkan untuk dilakukan oleh
setiap orang, karena kita memiliki kekuatan untuk memilih
apa yang akan kita lakukan.
Sumber : gk ingat
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda disini ...