Langsung aja semua cucunya pada mengangkat tangannya. Katanya lagi “ Oke deh, uang ini akan kakek berikan, tapi sebelumnya biar kakek lakukan hal ini dulu”. Si kakek meremas uang kertas seratus ribu itu, jadi Cuma sekuntel doang. Trus dia buka lagi ke bentuk semula : lembaran seratus ribu, tapi udah kucel banget. Lalu dia Tanya “ Siapa yang masih mau uang ini?” Tetep aja cucu-cucunya angkat tangan, semua.
“Oke, akan kakek berikan, tapi biarkan kakek melakukan hal ini dulu”. Dia ngejatuhin lembaran uang itu ke lantai, trus diinjek-injek pake sepatunya yang habis jalan di tanah becek sampe nggak karuan bentuknya. Dia Tanya lagi “ Siapa yang mau?” Tangan-tangan masih aja terangkat. Masih sebanyak yang tadi.
“ Nah cucu-cucuku, sebenernya kita udah dapet ngambil satu nilai yang sangat berharga dari peristiwa tadi. Kalian semua masih mau uang ini walau bentuknya udah nggak karuan lagi. Udah jelek, kotor, lecek….tapi nilainya nggak berkurang : tetap seratus ribu rupiah”.
Sama seperti kita, ak, kalian, kamu. Walau kamu udah jatuh, tertimpa tangga pula…..atau kamu gagal, nggak berdaya, terhimpit, ngerasa orang disekitarmu udah tidak peduli lagi terhadapmu, atau dalam keadaaan apapun, kamu tetap nggak kehilangan nilaimu…..karena kamu begitu berharga.
Jangan biarkan kekecewaan, ketakutan, kekhawatiran menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu.” Kamu akan selalu tetap berharga, Di Mata TUHAN YME.”
Sumber : Kiriman dari Temanku
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda disini ...