"Jika salah seorang di antara kamu hendak berbuka puasa, berbukalah dengan kurma, sebab kurma itu berkah. Kalau tidak ada, maka dengan air, karena air itu bersih dan suci."
(Hadis riwayat Abu Daud dan at-Tirmizi)
KURMA DAN KESEHATAN*
Kandungan kalorinya yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh memang cocok
kalau dikonsumsi saat berbuka puasa. Khasiat yang lebih istimewa, kurma
dapat menurunkan risiko serangan stroke berkat tingginya kalium yang
dikandungnya.
Umumnya buah-buahan adalah sumber utama vitamin. Terutama vitamin C dan
mineral. Kandungan energi atau kalorinya juga rendah, sebab lemak yang
yang
dikandungnya juga rendah. Namun ada pengecualian, misalnya kurma.
Kandungan lemak pada kurma juga bisa diabaikan. Namun, karbohidratnya yang
tinggi membuat buah ini bisa menyediakan energi yang tinggi pula.
Malah paling tinggi diantara keluarga besar buah-buahan. Keunggulan
lainnya,
kurma mengandung zat gizi, penting bagi fungsi tubuh, terutama jantung dan
pembuluh darah, yaitu kalium.
Fungsi mineral ini membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan
kontraksi otot serta membantu tekanan darah.
Itulah mengapa kurma menjadi istimewa. Apalagi beberapa penelitian
membuktikan, makanan tinggi kalium bisa menurunkan risiko serangan stroke.
*Cukup lima butir sehari.*Penelitian di Kalifornia Utara , AS pada wanita
dan pria di atas usia 50
tahun. Ternyata makin banyak makanan kaya kalium yang dikonsumsi biasanya
makin kecil kemungkinan orang menderita stroke.
Para peneliti menyimpulkan dengan hanya makan satu porsi ekstra makanan
kaya
kalium (minimal 400 mg setiap hari) risiko fatal bisa diturunkan sampai
40%.
Batas 400 mg itu terpenuhi dengan makan kurma kering sekitar 65 g saja
atau
setara dengan 5 butir kurma.
Menurut Dr. Louis Tobian,Jr., pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota
University AS ,kurma juga bisa membantu menurunkan tekanan darah, serta
bisa
memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung,
bagaimanapun kondisi tekanan darah seseorang.
Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukannya bahwa konsumsi ekstra
kalium bisa bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi
normal.
Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah.
*Memiliki aktifitas seperti aspirin*
Selain kalium yang berguna bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah,
kurma
juga mengandung salisilat. Zat yang dikenal sebagai bahan baku aspirin,
obat
pengurang atau penghilang rasa sakit dan demam.
Berdasarkan hal itu para pakar mengharapkan, dosis rendah salisilat dalam
makanan yang di konsumsi secara kontinyu bisa juga meredakan sakit kepala.
*Komposisi gizi*
Nilai gizi yang jadi andalan utama kurma adalah kandungan karbohidrat
sederhananya alias gulanya yang tinggi. Kebanyakan varietas kurma
mengandung
gula glukosa ( jenis gula yang ada dalam darah) atau fruktosa (jenis gula
yang terdapat dalam sebagian besar buah-buahan) .
Namun ada satu varietasnya yang bernama Deglet Noor yang tumbuh di
Kalifornia hanya mengandung gula sukrosa (dikenal juga sebagai gula
pasir).
Sebagian besar zat gula yang terdapat pada kurma sudah diolah secara alami
dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Seperti halnya gula pada buah-buahan
yang dinamai fruktosa, zat ini mudah dicerna dan mudah dibakar oleh tubuh.
Dengan demikian akan menghasilkan tenaga yang tinggi, tanpa mempersulit
tubuh untuk mengolah, mencerna dan menjadikannya sebagai gizi yang baik.
Itu sebabnya mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk hidangan
berbuka puasa ataupun sahur. Segelas air yang mengandung glukosa, menurut
Dr. David Conning ;Direktur jenderal British Nutrition Foundation, akan
diserap tubuh dalam 20-30 menit.
Tetapi gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo
45-60 menit.Makanya orang yang makan kurma cukup banyak pada waktu sahur
akan menjadi segar dan tahan lapar, sebab bahan pangan ini juga kaya akan
serat.
Keunggulan kurma lainnya, mengandung berbagai vitamin penting. Seperti
vitamin A, tiamin dan riboflavin dalam jumlah yang bisa diandalkan, serta
niasin dan kalium dalam jumlah yang sangat andal. Selain itu buah ini juga
memuat berbagai zat gizi lainnya, seperti zat besi, vitamin B1, asam
nikotinat, serta serat (bukan zat gizi) dalam jumlah memadai.
Zat gizi berfungsi membantu melepaskan energi, menjaga kulit dan saraf
agar
tetap sehat, serta penting untuk fungsi jantung. Kurma juga mengandung
banyak mineral penting seperti magnesium, potasium dan kalsium yang sangat
diperlukan oleh tubuh.
Serat yang terdapat dalam kurma berfungsi melunakkan usus dan
mengaktifkannya, yang secara alami bisa mempermudah buang air besar. Dalam
kurma juga terkandung semacam hormon (potuchsin) yang bisa menciutkan
pembuluh darah dalam rahim; sehingga dengan demikian bisa mencegah
terjadinya pendarahan rahim.
Sumber: ???
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda disini ...